Laman

Jumat, 13 April 2012

Pengertian dan 10 Konsep Esensial Geografi

  1. Pengertian Geografi

Kata Geografi berasal dari bahasa Yunani, yaitu geo yang berarti bumi dan graphein berarti tulisan. Jadi geografi berarti tulisan tentang bumi, dan sering juga disebut ilmu bumi.

Geografi tidak hanya mempelajari tentang bumi, melainkan berbagai objek di permukaan bumi (daratan dan lautan), di luar bumi serta benda-benda di luar angkasa. Karena objek kajian geografi mengalami perluasan maka pengertian geografi pun berkembang, seperti yang terurai berikut ini :

1) Geografi merupakan ilmu yang mempelajari atau mengkaji tentang bumi (pembentukan kerak benua, batuan dan tanah) sertai segala sesuatu yang ada di atasnya seperti penduduk, flora dan fauna, iklim dan segala interaksinya.

2) Geografi merupakan studi tentang gejala-gejala di permukaan bumi secara keseluruhan dalam hubungan interaksi dan keruangan, tanpa mengabaikan setiap gejala yang merupakan hasil dari berbagai fenomena tersebut.

Geografi pada dasarnya adalah studi tentang fenomena nyata dalam kehidupan manusia. Fenomena nyata geografis yang ada di sekitar kita adalah produk dari semua keterkaitan spasial antara faktor fisik dan non-fisik. Dalam belajar fenomena geografis, ada pola nyata dan pola.

  1. 10 Konsep Esensial Geografi

Ada 10 konsep penting dari geografi, yang dapat diuraikan sebagai berikut:

1. Konsep Lokasi

Konsep lokasi dalam geografi menganalisis aspek-aspek positif dan negatif dari suatu tempat di permukaan bumi.

a) Konsep lokasi biasanya digunakan untuk menjawab pertanyaan di mana lokasi geografis dibagi dalam dua jenis, yaitu:
Lokasi absolut, yaitu lokasi suatu daerah berdasarkan garis lintang dan bujur.

b) Lokasi relatif, yaitu lokasi suatu daerah di permukaan bumi yang memiliki sifat berubah karena dipengaruhi oleh daerah sekitarnya. Contoh: Tanah di daerah perkotaan biasanya lebih mahal.

2. Konsep Jarak

Jarak adalah pemisah alami. Jarak berhubungan dengan lokasi dan upaya untuk memenuhi kebutuhan dasar hidup.

Contoh:

a) Jarak perjalanan untuk mengangkut bahan baku ke pabrik, mempengaruhi jumlah biaya transportasi.

b) Lahan yang terletak jauh dari jalan raya lebih murah.

3. Konsep Achievability

Achievability terkait dengan kondisi permukaan bumi. Sebagai contoh suatu daerah terisolasi karena kondisi permukaan bumi yang menyebabkan daerah tersebut sulit untuk dijangkau.

Contoh: Sebuah kampung yang dikelilingi oleh rawa-rawa dan hutan biasanya sulit untuk dicapai daripada sebuah desa yang terletak di pantai.

4. Konsep Pola

Konsep pola ini terkait dengan ketergantungan pada berbagai fenomena geografis di permukaan bumi. Geografi belajar tentang bentuk dan pola penyebaran fenomena geografis.

Contoh:

1) Pola pemukiman di daerah pegunungan yang didominasi oleh pola menyebar.

2) Pola sungai di daerah lipat umumnya teralis.

5. Konsep Morfologi

Konsep morfologi sesuai dengan bentuk permukaan bumi sebagai hasil dari kekuatan endogenic dan exogenic.

Contoh: tanah rendah di sepanjang pantai utara Jawa didominasi oleh perkebunan tebu.

6. Konsep Aglomerasi

Aglomerasi tersebar yang cenderung kelompok di daerah yang relatif sempit dan paling menguntungkan.

7. Konsep Nilai Utilitas

Nilai utilitas adalah fenomena geografis atau sumber daya alam di permukaan bumi yang relatif satu sama lain antar daerah.

Contoh:

1) Laut memiliki nilai utilitas lebih untuk nelayan, dibandingkan dengan petani.

2) Hutan memiliki nilai utilitas lebih untuk pecinta alami dibandingkan dengan siswa.

8. Konsep Interaksi

Interaksi adalah hubungan timbal balik antara dua daerah atau lebih yang dapat menghasilkan fenomena baru, penampilan dan masalah. Dalam interaksi, satu fenomena tergantung pada yang lain.
Contoh: Interaksi kota-desa terjadi karena ada perbedaan potensi alam, misalnya: desa memproduksi bahan baku, sementara kota ini menghasilkan produk industri. Karena kedua daerah saling membutuhkan, maka interaksi yang terjadi.

9. Konsep Diferensiasi Daerah

Diferensiasi sesuai dengan karakteristik wilayah antardaerah di permukaan bumi. Konsep diferensiasi area digunakan untuk mempelajari fenomena perbedaan geografis antara satu daerah lain di permukaan bumi.
Sehingga jenis tanaman yang dibudidayakan di dataran tinggi akan berbeda dari jenis-jenis tanaman di dataran rendah.

Contoh rinci ditemukan di iklim Junghun, misalnya:

1) Zona ketinggian 0-700m, jenis-jenis tanaman budidaya adalah: tebu, kelapa dan jagung.

2) Zona ketinggian 700-1500m, jenis-jenis tanaman budidaya adalah: teh, kopi, kakao, tembakau dan kina.

3) Zona ketinggian 1500-2500m, memiliki tanaman seperti pinus dan pohon Casuarinas.

4) Zona ketinggian lebih dari 2500m, jenis tanaman yang didominasi oleh jamur.

Selain itu, konsep diferensiasi daerah juga dapat digunakan untuk melihat jenis mata pencaharian, misalnya penduduk yang hidup di wilayah pesisir memiliki tudung berarti dominan sebagai nelayan, yang berbeda dari orang-orang yang hidup di dataran rendah yang cenderung bekerja sebagai petani sebagai alat mereka mata pencaharian.

10. Konsep keterkaitan spasial

Keterkaitan spasial menunjukkan hubungan antara satu fenomena tersebar dan lainnya, baik dari segi fenomena fisik atau non-fisik.

Contoh:
Daerah pedesaan dan perkotaan, misalnya: penduduk di wilayah perkotaan perlu makanan dari daerah pedesaan, di sebaliknya penduduk dari daerah pedesaan perlu memasarkan produk alami mereka ke kota.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar