Laman

Jumat, 11 Februari 2011

Pengkajian Geografi Fisik

Pengkajian Geografi Fisik
Oleh : Rudolf Doni Abrauw & Eka Kristina Yeimo

Pendahuluan

A. Latar Belakang

Bila sejarah manusia dikatakan dimulai pada waktu adanya catatan tertulis, maka sejarah perpetaan jauh lebih tua dari sejarah manusia itu sendiri. Kalau kita menanyakan letak suatu tempat kepada orang yang belum dapat membaca dan menulis, ia dapat menjelaskan letak tempat yang ditanyakan itu dengan gambar meskipun sederhana. Jadi, sebenarnya kepandaian membuat peta telah ada sebelum orang dapat menulis.

Dalam geografi, peta sangat penting kedudukannya, karena peta menjadi panduan bagi manusia untuk lebih memahami Bumi tempat mereka tinggal. Sehingga dengan adanya peta kita dapat mendeskripsikan banyak hal, diantaranya tempat tinggal kita, bentuk lahan di daerah kita masing-masing serta jarak tempat tinggal kita dengan daerah lain.

Pada saat sekarang, peta dengan mudah dapat kita jumpai. Kita dapat menjumpai peta di kantor-kantor, di toko-toko buku, bahkan tidak jarang peta dipajang di jalan-jalan umum.

Untuk lebih mengetahui tentang pengertian peta, jenis - jenis peta, skala peta, symbol peta, proyeksi peta, membaca peta, serta interpretasi dan analisis data lebih jelasnya kita akan bahas pada Bab III ( pembahasan ).

B. Tujuan

Adapun yang menjadi tujuan dalam penulisan makalah adalah :

1. Menjelaskan tentang pengertian peta, jenis peta, symbol peta, proyeksi peta, dan membaca peta, serta interpretasi dan analisis data.

2. Sebagai salah satu tugas dalam mata kuliah pengkajian geografi fisis

Landasan Teori

Menurut Erwin Raiz dalam Sutanto (I967), peta merupakan gambaran konvesional dari permukaan bumi yang diperkecil sesuai kenampakannya, bila dilihat dari atas dengan ditambah tulisan-tulisan sebagai penjelasnya. Selanjutnya Ruhimat Mamat, dkk (I994:2I) mengatakan bahwa peta adalah sutau gambaran atau lukisan dari seluruh atau sebagian permukaan bumi yang diperkecil dengan menggunakan skala tertentu. Selanjutnya disebutkan bahwa peta adalah sebuah sebuah gambar. Tetapi tidak semua gambar adalah peta, dan Menurut Soetarjo Soerjosumarmo, peta adalah lukisan dengan tinta dari seluruh atau sebagian permukaan bumi yang diperkecil dengan perbandingan ukuran yang disebut skala atau kadar. dan

Selanjutnya Skala dalam perpetaan didefinisikan sebagai perbandingan antara jarak dipeta dengan jarak sebenarnya di permukaan bumi/di medan/ di lapangan.


Pembahasan

A. Pengertian Peta

Menurut Erwin Raiz, peta merupakan gambaran konvesional dari permukaan bumi yang diperkecil sesuai kenampakannya, bila dilihat dari atas dengan ditambah tulisan-tulisan sebagai penjelasnya. Dari tersebut ada terkandung beberapa unsure penting sebagai berikut :

v Simbol artinya gambaran konvensional

v Skala artinya diperkecil sesuai kenampakannya

v Proyeksi artinya di lihat dari atas

v Lettering artinya tulisan sebagai tanda pengenal

Sebuah peta yang baik memiliki komponen – komponen sebagai berikut :

v Judul peta mencerminkan isi peta

v Skala peta merupakan perbandingan jarak dipeta dan jarak di lapangan

v Orientasi peta ( arah mata angin )

v legenda

v Inset

v Lettering

v Garis tepi peta

v Garis astronomi

v Sumber peta

v Tahun pembuatan

B. Jenis Peta

Secara umum, peta dikelompokkan atas tiga yaitu :

q Berdasarkan jenisnya, terdiri atas peta foto dan peta garis. Peta fot adalah peta yang dihasilkan dari mosaic foto udara atau ortophoto, sedangkan peta garis adalah peta yang menyajikan detail alam dan buatan manusia dalam bentuk titik, garis dan luasan.

q Berdasarkan skalanya, terdiri atas

· Peta skala kadaster, I : I00 s/d I : 5000 ;

· Peta skala besar, I : 5000 s/d I : 250.000 ;

· Peta skala sedang, I : 250.000 s/d 500.00 ;

· Peta skala kecil, I : 500.000 s/d I : I.000.000 ; dan

· Peta skala geografis I : I.000.000

q Berdasarkan informasinya atau isinya, terdiri atas peta umum/ikhtisar dan peta khusus/tematik. Peta umum adalah peta yang menggambarkan segala sesuatu yang ada di suatu daerah, sedangkan peta khusus/peta tematik adalah peta yang menggambarkan kenampakan-kenampakan tertentu di permukaan bumi.

C. Skala

Skala adalah perbandingan jarak di peta dengan jarak sebenarnya di permukaan bumi/di lapangan. Ada tiga macam skala peta yang biasa digunakan, yaitu :

v Skala angka atau numeric, contohnya I : 25.000

v Skala garis, contohnya 0 2 4 6 8 km

v Skala verbal ( inch to mile ), contoh I inchi di banding 5 mile.

Memperbesar dan memperkecil skala peta. Ada bebeberapa cara yang digunakan untuk memperbesar dan memperkecil peta yaitu dengan pantograph, dengan fotografi / camera Lucida. Dengan metode bujur sangkar ( sguare method ), dengan Union Jack metoh.

Sedangkan cara menghitung skala bila suatu peta tidak terdapat skala yaitu : membandingkan foto tersebut dengan foto yang ada skalanya; dengan membandingkan titik – titik di peta dengan titik – titik tersebut di lapangan; menghitung jarak antara dua buah garis lintang ( pararel ); pada peta skala besar dengan menghitung bentuk – bentuk yang ber ukuran umum seperti lapangan sepak bola.

D. Simbol

Secara umum peta adalah kumpulan dari simbol-simbol, baik symbol yang konvensional dan simbol yang unkonvensional dari kenampakan-kenampakan yang ada dipermukaan bumi. Simbol konvensional dapat dikenal tanpa legenda, sedangkan simbol unkonvensional adalah simbol yang dibuat atas kehendak si pembuat peta.

Secara umum simbol klasifikasikan menjadi tiga, yaitu :

· Berdasarkan isi dan warna, digolongkan menjadi empat macam, yaitu :

o simbol kenampakkan relief (Hypsographic features), contohnya dataran tinggi menggunakan warna cokelat tua

o simbol kenampakan air (Hydrographic features), contohnya lautan menggunakan warna biru

o simbol kenampakan kultur ( Man made features), contohnya ibu kota Negara biasanya menggunakan warna merah atau hitam

o simbol kenampakan vegetasi (Vegetation features), contohnya hutan menggunakan warna hiijau.

· Berdasarkan nilainya, digolongkan menjadi dua macam, yaitu :

o Simbol kuantitatif, yaitu simbol yang memuat unsur nilai atau jumlah. Seperti symbol jumlah penduduk.

o Simbol kualitatif, yaitu simbol yang tidak mencerminkan nilai atau jumlah

· Berdasarkan bentuknya, digolongkan menjadi tiga, yaitu :

o Simbol titik, yaitu simbol yang digunakan untuk menandai letak suatu tempat yaitu titik kota dan sebagainya.

o Simbol garis, yaitu simbol yang digunakan untuk menandai kenampakan jalan raya, sungai dan juga batas administrsi.

o Simbol luas (area/bidang), symbol yang digunakan untuk menandai kenampakan hutan, lahan pertanian dan sebagainya.

E. Proyeksi

Proyeksi adalah suatu usaha atau cara untuk mengambarkan bentuk bola bumi ke bidang datar yang disebut peta. Dapat pula didefinisikan pula bahwa proyeksi adalah usaha atau cara mengambarkan lengkung permukaan bumi kebidang datar dengan kesalahan yang sekecil – kecilnya.

Proyeksi diklasifikasikan menjadi empat, yaitu :

v Berdasarkan bidang proyeksinya

o Asimuthal / bidang datar

o Conical / kerucut

o Clydrincal / silinder

v Berdasarkan garis karakternya

o Proyeksi normal, yaitu bila garis karakter bidang proyeksi sejar / berimpit dengan sumbu bumi.

o Proyeksi transfersal, yaitu bila garis karakter tegak lurus sumbu bumi

o Proyeksi obligue, yaitu bila garis karakter tegak lurus dengan sumbu bumi

v Berdasarkan arah sinar

o Proyeksi gnomonis, yaitu bila sinar proyeksi dari titik pusat globe / bola bumi

o Proyeksi steriografis, yaitu bila arah sinar dari salah satu ujung bidang diameter yang berhadapan dengan bidang proyeksi

o Proyeksi ortografis, yaitu bila arah sinar dari tidak terhingga, sehingga jalan sinarnya sejajar

v Berdasarkan kesalahan / distorsinya

o Proyeksi eguidistant, yaitu proyeksi yang memepertahankan kebenaran unsure jarak.

o Proyeksi ekuivalent, yaitu proyeksi yang memepertahankan unsur luas

o Proyeksi conform, yaitu proyeksi yang memepertahankan unsur bentuk.

F. Membaca peta

Membaca peta adalah usaha untuk mempelajari atau mengetahui medan melalui peta. Tegasnya melalui symbol yang ada dalam peta. Sedangkan menafsir peta adalah merupakan usaha lebih lenjut dari membaca peta. Dari kenampakan yang ada dianalisis baik satu persatu ataupun keseluruhan dalam hunganya satu dengan lainya.

Syarat untuk dapat membaca dan menafsir peta dengan baik :

v Kemampuan membayangkan ( imagination power )

v Ketajaman menganalisis ( a keen sense of analysis )

v Latihan teratur ( regular training )

Salah satu factor yang harus diperhatikan sebelum membaca pata yaitu dengan memperhatikan hal - hal seperti judul, tipe, indeks, inset, sumber, tahun pembuatan, proyeksi, skala, orientasi, administrative indeks, dan legenda peta. Sehingga betul – betul peta yang kita baca sesuai dengan tujuan pembacaan. Sedangkan factor yang dapat dibaca dari peta yaitu, jarak, arah, lokasi, luas, tinggi, lereng, dan bentuk.

Penutup

Kesimpulan

Berdasarkan hasil pembahasan maka dapat disimpulkan bahwa peta merupakan gambaran konvensional dari permukaan bumi yang digambarkan pada bidang datar dengan mengunakan skala. Selanjutnya peta terdiri atas beberapa kompenen utama yaitu skala, symbol dan proyeksi.

Komponen-kompenen peta yang juga terdapat pada peta adalah judul peta, skala peta, orientasi ( arah mata angin ), legenda, inset, tahun pembuatan, sumber dan lettering.

Daftar Pustaka :

Ruhimat, Mamat. I994. Penuntun Belajar Geografi I. Bandung : Ganeca Excat.

Tim Abdi Guru. 2008. IPS Geografi Untuk SMP Kelas VII. Jakarta : Erlangga.

Wardiyatmoko, K. 2006. Geografi UNtuk SMA Kelas XII. Jakarta : Erlangga.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar